Senin, 27 Juni 2011

RAJA PATI

TIDAK DIBELIKAN SEPEDA MOTOR PEMUDA 27 TH GANTUNG DIRI

Ponorogo, -

Karena tidak di turuti keinginanaya untuk memiliki sepeda motor oleh orang tuanya Supri warga dusun, Krajan desa Nampan Kec.Sukorejo nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali di teras belakang rumahnya. Aksi supri ini di lakukan sekitar pukul 07.30 wib 26/6/2011. Sementara menurut keterangan beberapa warga, beberapa hari terakhir Supri mengalami depresi namun tidak di ketahui secara pasti penyebabnya.
Tono orang tua supri tidak mengira sama sekali kalau anaknya melakukan aksi nekat itu karena pagi sebelum kejadian anaknya masih membantu mengeluarkan traktor bersamanya.”wong tadi pagi anak saya itu masih mengeluarkan traktor ke halaman lo mas, dan setelah itu Supri pamit mau ke wc” ujar Tono.
Sementara jasad Supri sendiri di ketahui pertama kali oleh Karti Ibu kandung korban yang akan berangkat kerja. Ketika lewat belakang rumah Karti terkejut dan menjerit histeris melihat anaknya menggantung pada kayu blandar rumah teras belakang.
Mendengar jeritan Karti tersebut, tetangga dan orang yang bekerja di sawah berdatangan menghampiri dan menemukan Supri dalam keadaan tergantung tak bernyawa. Segera warga melaporkan kejadian itu ke Rt dan Kepala Desa dan selanjutnya melaporkan ke Polsek Sukorejo.
Sukarji, Wakapolsek  Sukorejo mengatakan, setelah mengidentifikasi korban Petugas tidak menemukan tanda tanda tindak kekerasan dalam tubuh korban.
“jadi ini murni bunuh diri”terangnya.
Dan Wakapolsek menambahkan bahwa sebelumnya Supri pernah merencanakan percobaan bunuh diri di wilayah hutan Saradan Madiun.ini di ketahui setelah ada laporan dari petugas Polsek Saradan yang curiga dengan gerak gerik Supri yang aneh, karena Supri minta izin masuk ke dalam hutan tanpa alasan yang jelas dan menyerahkan semua identitas termasuk sepeda motor yang di pakai kepada petugas. Untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan petugas Polsek mengkonfirmasi ke Polsek Sukorejo.
Sementara Kades Nampan mengatakan, selama ini tidak ada yang aneh dalam diri Supri, hubungannya dengan masyarakat dan lingkunganya juga baik. Tapi orangnya agak tertutup. “dan saya juga kaget mendengar laporan itu, dan Supri harus tewas dengan cara yang mengenaskan hanya masalah sepele. Dan Kades juga membenarkan kalau beberapa waktu yang lalu Supri akan melakukan aksinya di kawasan hutan Saradan Madiun.(Swara Ponorogo)

PENGISIAN PERANGKAT DESA PURWOREJO BALONG

ENAM FORMASI JADI REBUTAN SEMBILAN CALON PERANGKAT

Ponorogo,-
                 Sembilan peserta berusaha semaksimal mungkin mencurahkan semua kemampuanya untuk mendapatkan nilai tertinggi dalam pelaksanaan Penjaringan Perangkat Desa Purworejo 22/6 lalu. Enam formasi yang meliputi Kamituo dukuh Bangunsar, Jagowaluyo I, Kabayan I, Kaur Pembangunan, Kaur Keuangan dan Kaur Kesra menjadi rebutan peserta lainya. semntara untuk bisa lolos menjadi Perangkat Desa Purworejo aturan Panitia, Peserta minimal mampu mendapatkan nilai enam puluh dari seratus soal yang menjadi persyaratan peserta.
                Sementara Pono Kades Purworejo saat dikonfirmasi mengatakan, enam formasi yang laksanakan merupakan atas kehendak masyarakat yang telah dimusyawarahkan dengan segenap elemen lembaga desa. dan Kades mengakui selama ini kekosongan formasi tersebut sangat mempengaruhi tingkat pelayanan dan kelancaran pelaksanaan program desa. menurutnya banyak pekerjaan yang harus segera dirampungkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berjumplah 1.983 jiwa dan kemajuan desa yang terbagi atas empat Dusun tersebut. " banyak pekerjaan yang belum kelar mas,," ujar Pono.
               Dan Kades berharap dengan terisinya enam formasi perangkat desa nanti mampu meningkatkan mutu pelayanan terhadap masyarakat. sedang kepada Perangkat desa yang berhasil lolos hendaknya tidak merasa unggul dan setelah dilantik segera bisa menyesuaikan dengan lingkungan kerja yang baru serta mampu melayani masyarakat sesui bidang dan poksinya masing masing. Sedang menurut salah stu peserta Pengisian Perangkat desa Purworejo yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi mengatakan, sangat puas dengan pelaksanaan pengisian perangkat didesanya. dan dia yakin apa yang dihasilkan para peserta merupakan upaya yang sangat maksimal. dan setelah dilantik dan resmi menjadi Perangkat Dia akan melaksanakan tugasnya serta melayani masyarakat demi desanya.
                Acara yang berlansung sederhana dan dihadiri oleh segenap jajaran Muspika, Kapolsek, Danramil, LPMD dan tokoh masyarakat serta warga berjalan dengan damai hingga acara usai.Sementara Joko Waskito, Camat Balong usai acara tidak bisa dikonfirmasi karena harus menghadiri acara di Ponorogo.(Swara Ponorogo)

Selasa, 21 Juni 2011

PARADE NUSANTARA PONOROGO

16 UNIT BUS BERANGKAT MENUJU ISTANA NEGARA

500 Anggota Parade Nusantara Di Lepas Bupati Dari Aloon Aloon Utara


 Ponorogo,-
                Sekitar lebih dari 500 Anggota Parade Nusantara yang terdiri dari Kades dan Perangkat Desa Se kab. Ponorogo, minggu 19/6 berangkat menuju Jakarta. 16 Unit Bus secara perlahan. Iring iringan bergerak meninggalkan panggung paseban, start rombongan diberangkatkan oleh Bupati Ponorogo. 
            Sebelumnya melalui Yusuf Pribadi, Sekda Ponorogo Bupati berpesan kepada Parade Nusantara untuk menyampaikan amanat Rakyat desa kepada pemerintah dengan profisional. dan Bupati mendukung sepenuhnya perjuangan parade nusantara." Saya sangat mendukung dan merestui perjuangan parade nusantara untuk memajukan pembangunan pedesaan" ujar Yusuf dalam sambutanya.
            Sementara Ketua Parade Nusantara Ponorogo H.M Susanto, menyampaikan banyak terimakasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten dan semoga keberangkatan Parade Nusantara ke Ibu Kota membawa hasil seperti yang diharapkan seluruh Rakyat Indonesia Khususnya kab.Ponorogo. dan Mbah Santo juga menyampaikan bahwa keberangkatan Parade Nusantara ke jakarta untuk bergabung dengan Anggota Parade Nusantara yang datang dari seluruh Kabupaten se Indonesia.

            Dan sebelum rombongan diberangkatkan Bupati Ponorogo melalui sekda memberikan Bantuan dari Pemerintah Daerah yang serahkan langsung kepada ketua Parade Nusantara HM. Susanto. dan selanjutnya diberangkatkan oleh Yusuf Pribadi menuju Jakarta bergabung dengan Parade Nusantara yang juga datang dari kabupaten lainya seluruh Indonesia.(Swara Ponorogo)

Minggu, 12 Juni 2011

WAROG PONOROGO

WAROG

Warok sampai sekarang masih mendapat tempat sebagai sesepuh di masyarakatnya. Kedekatannya dengan dunia spiritual sering membuat seorang warok dimintai nasehatnya atas sebagai pegangan spiritual ataupun ketentraman hidup. Seorang warok konon harus menguasai apa yang disebut Reh Kamusankan Sejati, jalan kemanusiaan yang sejati.
Warok adalah pasukan yang bersandar pada kebenaran dalam pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam cerita kesenian reog.

Warok Tua adalah tokoh pengayom, sedangkan Warok Muda adalah warok yang masih dalam taraf menuntut ilmu. Hingga saat ini, Warok dipersepsikan sebagai tokoh yang pemerannya harus memiliki kekuatan gaib tertentu. Bahkan tidak sedikit cerita buruk seputar kehidupan warok. Warok adalah sosok dengan stereotip: memakai kolor, berpakaian hitam-hitam, memiliki kesaktian dan gemblakan.

Kasni Gunopati atau yang dikenal Mbah Wo Kucing, Semasa hidup pernah mengatakan, Warok bukanlah seorang yang takabur karena kekuatan yang dimilikinya. Warok adalah orang yang mempunyai tekad suci, siap memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. “Warok itu berasal dari kata wewarah. Warok adalah wong kang sugih wewarah. Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik”.Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa” (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).
Dikutip dari berbagai Sumber

PONOROGO

legenda reyog ponorogo

Menurut legenda Reog atau Barongan bermula dari kisah Demang Ki Ageng Kutu Suryonggalan yang ingin menyindir Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. Sang Prabu pada waktu itu sering tidak memenuhi kewajibannya karena terlalu dipengaruhi dan dikendalikan oleh sang permaisuri. Oleh karena itu dibuatlah barongan yang terbuat dari kulit macan gembong (harimau Jawa) yang ditunggangi burung merak. Sang prabu dilambangkan sebagai harimau sedangkan merak yang menungganginya melambangkan sang permaisuri. Selain itu agar sindirannya tersebut aman, Ki Ageng melindunginya dengan pasukan terlatih yang diperkuat dengan jajaran para warok yang sakti mandraguna. Di masa kekuasaan Adipati Batorokatong yang memerintah Ponorogo sekitar 500 tahun lalu, reog mulai berkembang menjadi kesenian rakyat. Pendamping Adipati yang bernama Ki Ageng Mirah menggunakan reog untuk mengembangkan kekuasaannya.
Reog mengacu pada beberapa babad, Salah satunya adalah babad Kelana Sewandana. Babad Klana Sewandana yang konon merupakan pakem asli seni pertunjukan reog. Mirip kisah Bandung Bondowoso dalam legenda Lara Jongrang, Babad Klono Sewondono juga berkisah tentang cinta seorang raja, Sewondono dari Kerajaan Jenggala, yang hampir ditolak oleh Dewi Sanggalangit dari Kerajaan Kediri. Sang putri meminta Sewondono untuk memboyong seluruh isi hutan ke istana sebagai mas kawin. Demi memenuhi permintaan sang putri, Sewandono harus mengalahkan penunggu hutan, Singa Barong (dadak merak). Namun hal tersebut tentu saja tidak mudah. Para warok, prajurit, dan patih dari Jenggala pun menjadi korban. Bersenjatakan cemeti pusaka Samandiman, Sewondono turun sendiri ke gelanggang dan mengalahkan Singobarong. Pertunjukan reog digambarkan dengan tarian para prajurit yang tak cuma didominasi para pria tetapi juga wanita, gerak bringasan para warok, serta gagah dan gebyar kostum Sewandana, sang raja pencari cinta.
Versi lain dalam Reog Ponorogo mengambil kisah Panji. Ceritanya berkisar tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana mencari gadis pujaannya, ditemani prajurit berkuda dan patihnya yang setia, Pujangganong. Ketika pilihan sang prabu jatuh pada putri Kediri, Dewi Sanggalangit, sang dewi memberi syarat bahwa ia akan menerima cintanya apabila sang prabu bersedia menciptakan sebuah kesenian baru. Dari situ terciptalah Reog Ponorogo. Huruf-huruf reyog mewakili sebuah huruf depan kata-kata dalam tembang macapat Pocung yang berbunyi: Rasa kidung/ Ingwang sukma adiluhung/ Yang Widhi/ Olah kridaning Gusti/ Gelar gulung kersaning Kang Maha KuasaUnsur mistis merupakan kekuatan spiritual yang memberikan nafas pada kesenian Reog Ponorogo.(dari berbagai sumber)

Sabtu, 11 Juni 2011

ANGGOTA DPRD PONOROGO LENGSER

SYAIFUDIN LENGSER DARI KURSI DPRD
SK Gubernur Jatim Nomor 171.405/233/011/2011.
PONOROGO-
              Karir politik Syaifudin yang tercatat sebagai anggota DPRD Ponorogo 2009-2014.Terhitung mulai 31 Mei kemarin,legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP)itu resmi dicopot dari posisinya di-PAW-kan ke Nur Kholis.Keputusan pergantian antar waktu itu tertuang dalam SK Gubernur Jatim Nomor 171.405/233/011/2011. ''Suratnya kami terima dua hari lalu atau pada tanggal 7 Mei dan hari ini sudah disosialisasikan kepada unsur pimpinan dewan,''terang Agus Widodo,ketua DPRD Ponorogo,kemarin(10/6).
             Menurut dia,dengan terbitnya surat Gubernur H Soekarwo itu maka Syaifudin bukan lagi anggota DPRD Ponorogo. Konsekuensinya,yang bersangkutan tidak berwenang lagi menggunakan fasilitas atau mengatas namakan lembaga DPRD.Termasuk,semua fasilitas dari sekretariat dewan. ''Surat itu juga menjelaskan tentang penggantinya, maka secepatnya kami gelar pelantikan anggota baru sesuai keputusan gubernur,''ujar Agus.
Dalam SK-nya,Soekarwo menerangkan Syaifudin digantikan Nur Kholis yang merupakan caleg PPP dengan perolehan suara terbanyak kedua.KPUD Ponorogo yang melakukan verifikasi telah menyatakan Nur Kholis memenuhi syarat sebagai caleg.''Sudah tidak ada masalah dan tinggal pelantikan saja,''tegas Agus yang berbasis PDIP itu.
           Menurut Wakil Ketua DPRD Ponorogo Hj Atika Banowati, surat gubernur itu akan segera dibahas dalam Badan Musyawarah(Banmus)yang disusul membentuk panitia sekaligus mengagendakan pelantikan Nur Kholis menggantikan Syaifudin.''Agar tidak terjadi kekosongan,maka dari itu secepatnya nanti akan dilakukan pelantikan.Toh,dasar hukum sudah ada dan jelas,''tandasnya.
Sementara itu,belum didapat konfirmasi dari Syaifudin maupun Ernawati,kuasa hukumnya.Keduanya tidak mengangkat telepon selulernya ketika dihubungi. Syaifudin,anggota Komisi A DPRD Ponorogo,dimintakan PAW oleh partainya lantaran terlibat perkara perjudian.Ramadan lalu,Syaifudin dicokok petugas Polres Ponorogo bersama tiga lawan judinya.Majelis Hakim Pengadilan Negeri setempat akhirnya memvonis 14 bulan penjara.(Swara Ponorogo)

Kamis, 09 Juni 2011

TKI TEWAS DI PENAMPUNGAN PJTKI

MARYATI TEWAS SAAT AKAN TERBANG KE HONGKONG
Hidung Mengeluarkan Darah, Keluarga Hanya Diijinkan Melihat Wajah

                                                            Ponorogo,-
               Suasana duka masih menyelimuti keluarga Bibit yang beralamat di Dukuh Bagusan RT. 06/01 desa Paringan Kec Jenangan Ponorogo. Pasalnya Maryati Istri Bibit baru beberapa hari yang lalu baru dimakamkan di pesarean desa setempat. Maryati harapan dan tulang punggung keluarga yang diharapkan bias merubah ekonomi keluarga secara mendadak meninggal di tempat penampungan PJTKI BPJ ( Bhakti Persada Jaya ) Jakarta, sebuah lembaga jasa peng ekport TKW tempat Maryati akan berangkat dengan Negara tujuan Hongkong.
 
Maryati(Alm); Tewas dipenampungan,
hidungnya mengeluarkan darah     
              Seperti yang dituturkan Bibit pada Wartawan bahwa pada tanggal 24 mei 2011 mendapatkan telpon dari pihak PT. BPJ ( Bhakti Persada Jaya ) Jakarta yang mengabarkan Istrinya meninggal di Rumah Sakit. Dan seperti disambar geledek Bibit seperti tak percaya mendengar kabar itu langsung pingsan tak sadarkan diri. Hingga hari ke tuju Bibit masih belum percaya kalau Istrinya telah pergi selamanya meninggalkan dirinya dan Satu anak Buah hatinya
                “Padahal baru kemarin ( tanggal 22 mei ) masih bareng bareng mengunjungi sanak saudara untuk pamitan untuk segera terbang ke Hongkong, karena sudah ada panggilan dari PT yang memberitahukan bahwa Vissanya sudah turun dan siap terbang. Setelah berpamitan kepada seluruh keluarga pada tanggal 23 mei Maryati berangkat ke Jakarta. Belum semapat hilang rasa haru dan sedih karena keberangkatan Maryati, pada tanggal 24 mei Bibit  mendapat kabar melalui telepon dari PT yang mengabarkan bahwa Maryati Meninggal dikarenakan sakit.
               “Saya sangat syok dan tak percaya mendapat kabar tentang Istri saya meninggal” karena selama hidup bersama hingga dikaruniai seorang anak Maryati tak apa apa, dan tidak mempunyai keluhan apa apa. “ itu yang membuat saya tidak percaya mass,,,” terang Bibit. Dan setelah menunggu proses dari Jakarta akhirnya jenazah Maryati tiba dirumah duka dan disambut dengan isak tangis dari keluarga yang ditinggalkan. Kedatangan Jenazah sendiri dihadiri oleh Muspika, Anggota Polsek Jenangan dan Perangkat Desa Paringan kec. Jenangan.
                Setelah prosesi serah terima dari pihak PT ke keluarga akhirnya Maryati segera dimakamkan. Namun sepeninggal Maryati ada yang masih mengganjal dalam benak Bibit dan keluarganya. Setelah sadar dan mempelajari isi surat serah terima yang ditanda tangani oleh Setu, Bapak kandung Maryati  dan surat pengantar yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Dinas Kesehatan ada kejanggalan. Dalam surat itu tidak dilampirkan secara jelas waktu dan tempat Maryati  meninggal, yang lainya hasil visum dan otopsi juga tidak ada dan tidak dijelaskan.
             Dan seperti yang diceritakan bahwa Maryati berkeinginan menjadi TKW dengan Negara tujuan Hongkong melalui PT. BPJ ( Bhakti Persada Jaya ) Jakarta yang mempunyai cabang di Madiun. Melalui PL Rahman dengan dijanjikan berbagai iming iming dan pesangon 2 jt dan cepat berangkat akhirnya Maryati mendaftarkan diri di PT. BPJ. Dan saya masih diberi uang Rp. 500 ribu dari Rahman dari 2 jt uang pesangon yang dijanjikan Rahman. Dan menjelang keberangkatanya Maryati tewas di penampungan dengan alasan sakit. Sementara ternyata PL atas nama Rahman yang beralamat didesa Jenangan Kec. Jenangan tidak mempunyai surat tugas resmi dari PT. BPJ. dengan alasan itulah pihak kami ( keluarga ) ingin minta penjelasan yang sebenarnya dari pihak PT. BPJ sebab tewasnya Maryati. Dan keluarga berharap ada keterangan yang jelas dari PT dan memperhatikan keluarga Korban.(Swara Ponorogo)

Senin, 06 Juni 2011

PKPD PONOROGO GALANG KOIN KEADILAN

TIDAK ADA KEPASTIAN DARI AMIN,
MUJIONO NGADU KE  PKPD
PKPD Ponorogo Mendukung Langkah Kades Tatung
PKPD Ponorogo Galang Koin Keadilan Ponorogo,-     
            PKPD sebagai Paguyupan yang Anggotanya terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa merupakan wadah aspirasi dan pengelolaan berbagi program yang dilaksanakan oleh Perangkat desa ar bisa dilaksanakan  sesuai dengan Program Pemerintah. dan untuk tetap meyatukan seluruh Anggotanya PKPD melaksanakan berbagi kegiatan semisal Arisan rutin yang dilaksanakan secara bergilir. Anggota PKPD juga mendapatkan  bantuan dataupun dukungan jika mengalami permasalahan dalam lingkup Pemerintahanya.
             Penggalangan Koin Keadilan Untuk Kepala Desa Tatung Kecamatan Balong merupakan satu bentuk solidaritas PKPD terhadap Anggotanya yang dilaksanakan pada Acara Arisan PKPD dikediaman  Bambang Sucipto Kades Selur kecamatan Ngrayun. "Koin Keadilan Untuk Kepala Desa Tatung". Menurut Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa (PKPD) Kabupaten Ponorogo, Nyamut Suseno penggalangan ‘Koin Keadilan Untuk Kepala Desa Tatung’ menunjukkan kekompakkan PKPD dan masyarakat Ponorogo. “Keadilan harus berpihak kepada masyarakat banyak,” ujar Nyamut Suseno.
            Mujiono Kades Tatung kecamatan Balong yang juga merupakan Anggota PKPD yang hadir dalam acara Arisan PKPD dikediaman Kades Selur Ngrayun. dalam kesempatan itu Mujiono selaku Kepala Desa  diguguat oleh Sudaryoto, Kaur Umum/Pembangunan yang telah diberhentikan sesuai Surat Pengunduran diri yang ditulis Sudaryoto. alasan lainya pengunduran Perangkat Desa tersebut atas kehendak Masyarakat dengan alasan Sudaryoto telah melakukan tindakan Asusila/perselingkuhan lebih dari Enam kali. dan mosi tidak percaya kepada Kaur Umum tersebut.
            Langkah Mujiono, Kades Tatung kecamatan Balong sambat ke PKPD menurutnya SK Kepala Desa  Tatung No 05 Tahun 2010 tenteng pemberhentian Sudaryoto selaku Perangkat Desa Tatung sudah benar dan sesuai aturan yang ada. dan Kades Tatung juga menjerangkan sebelum hadir diacara Arisan PKPD, Mujiono sudah menghadap Bupati namun hasilnya tidak memuaskan sehingga Mujiono memutuskan untuk sambat ke PKPD. dan seperti yang sudah dimuat Tabloid "BENAR" Edisi Mei 2011 bahwa Pearngkat Desa tatung atas nama Sodaryoto mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. 
          Gugatan Sudaryoto didaftarkan dalam perkara Gugatan Sengketa Tata Usaha Negara (TUN) Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya Nomor Regeister Perkara 01/G/2011/PTUN.SBY. Akhirnya, Rabu (20/4) Majelis Hakim PTUN Surabaya membatalkan SK Kepala Desa Tatung No 05 Tahun 2010. sehingga, Senin (23/5) lalu Kepala Desa Tatung Mujiono mengajukan banding atas keputusan Majelis Hakim PTUN Surabaya.
“Kita sudah melengkapi berkas pengajuan banding ini dan kita serahkan ke pengacara dari Yogyakarta untuk membantu proses selanjutnya,” kata Mujiono saat dikonfirmasi dipasar jetis.
           Pihaknya, yakin apa yang dilakukan sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku sehingga berani mengeluarkan SK pemberhentian terhadap Sudaryoto karena masyarakat satu desa sudah menolak Sudaryoto sebagai perangkat desa. Buktinya, masyarakat desa Tatung berinisiatif urunan biaya membantu proses banding kepala desa. Langkah Mujiono tyersebut juga sudah dikonsultasikan ke Muspika Balong maupun ke Bupati Ponorogo serta Pemkab Ponorogo dan Kabag Hukum.
Gerakan Koin Keadilan Untuk Kepala Desa Tatung ini membuktikan masyarakat menginginkan keadilan yang sesungguhnya.(Swara Ponorogo).

ARISAN RUTIN PKPD PONOROGO

BUPATI HARUS MEMPERHATIKAN KESEJAHTERAAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA 

PONOROGO,- 
                 Dalam acara Arisan rutin PKPD yang dilaksanakan dikediaman Bambang Sucipto Kades Selur kecamatan Ngrayun Ponorogo membahas beberapa program PKPD dan menyingkapi masalah yang terjadi di Pringgitan.PKPD Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur juga menuntut peningkatan kesejahteraan kepada Pemkab Ponorogo di tengah-tengah keuangan Pemkab Ponorogo yang mengalami 'Kolaps' karena terjadinya defisit anggaran yang mencapai 40 Milyar Rupiah lebih.
                Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua PKPD Kabupaten Ponorogo hadapan anggota dan pengurus harian PKPD. Selain berkaitan tentang kesejahteraan perangkat desa.
"Kita ingin, Pemkab Ponorogo di bawah kepemimpinan bupati Amin peduli dengan nasib perangkat desa dan kepala desa karena beliau (pak Amin) juga berasal dari lingkungan kita yaitu mantan Kepala Desa juga" ungkap Nyamut Suseno. 

                Lebih lanjut, Nyamut menjelaskan bahwa PKPD Ponorogo menuntut Penghasilan Tetap para perangkat desa dan kepala desa. Pencairannya tepat waktu, "jadi tidak molor lagi karena itu merupakan hak Kepala Desa dan Perangkat Desa yang diatur dalam Undang Undang, termasuk perlu juga adanya peremejaan motor dinas para kepala desa. "Yang lama sudah tak layak lagi," terang Kepala Desa Crabak, Kecamatan Slahung ini.
                Selain itu, PKPD Ponorogo meminta agar Bupati Amin memberi dukungan bagi para kepala desa yang purna untuk sementara waktu menjalankan Pejabat Sementara (Pjs) sampai kepala desa yang baru terpilih.
Pemkab Ponorogo juga harus memberi pelayanan dasar administrasi kependudukan yang mudah, murah dan cepat kepada masyarakat, seperti pengurusan KTP, KK maupun akte kelahiran.

 "Masyarakat saat ini butuh pelayanan prima, kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit,"
dan Beliu kembali menegaskan segera dilaksanakanya Musdalub PKPD sesuai AD/ART demi masa depan PKPD dan generasi selanjutnya. PKPD Ponorogo bersama Parade Nusantara Ponorogo berharap kepada Bupati Amin untuk memberi dukungan moril terhadap disyahkannya UU Desa agar kesejahteraan wong ndeso meningkat. Acara yang dihadiri seluruh pengurus harian PKPD, Koorcam dan Koor PB berjalan lancar hingga usai acara.(Swara Ponorogo)

SENGKETA HARTA WARISAN

HARTA WARISAN DIJUAL TANPA KESEPAKATAN AHLI WARIS
Perantaranya Saudaranya Kades
Ponorogo,-
             Sengketa tanah beserta rumah yang terjadi lebih dari Sepuluh tahun belum juga menemukan kata mufakat antara kedua belah fihak. bahkan perseteruan keturunan dari Mbah Karso Dimejo semakin meruncing tatkala salah satu kerabat menjual sebagian besar harta warisan tanpa sepengetahuan dan kesepakatan ahli waris lainya yang senilai lebih dari Lima Ratus juta Rupiah.


Rumah dan tanah harta
peninggalan Mbah Karso Dimejo
yang sempat diturunkan
orang suruhan Tamtanus dan 
dihentikan karena tanpa kesepakatan ahli waris.
          
             Menurut salah satu ahli waris dari alur Mbah Karso Dimejo mengatakan, sebenarnya sudah mengetahui sejak awal tindakan Tamtanus, saudara keponakan dari alur Mbah Putri ( Marsinah Istri Mbah Karso Dimejo ). "namun kami diam saja dan berusaha mengingatkan, namun tidak di indahkan," katanya.
dan kesabaran saudara lainya habis ketika tanpa sepengetahuan dan ijin dari saudara lainya, Tamtanus membongkar rumah satu satunya peninggalan Mbah Karso Dimejo yang terletak di Jl. Lesanpuro 48, Desa Ngraket, Kec.Balong Ponorogo untuk dijual beserta tanahnya.
             Atas tindakan Tamtanus yang arogan keluarga lainya merasa dirugikan dan menghentikan pembonkaran rumah Mbah Karso Dimejo. untuk selanjutnya dilaporkan ke Kantor Desa Ngraket. dan atas saran Sri Sayuti Kades Ngraket kedua belah pihak yang bersengketa menyelesaikan secara kekluargaan dan  membuat surat perjanjian untuk menghentikan sementara dan tidak melanjutkn aktifitas yang berkaitan dengan rumah dan tanah milik Mbah Karso Dimejo sebelum ada kesepakatan dari kedua belah pihak, "dan jika Tamtanus masih nekat mejual harta terakhir Mbah Karso Dimejo akan diperkarakan dan diselesaikan sacara Hukum" Ujar salah satu ahli waris.
             Menurut Slamet Hariadi Sekdes Ngraket, sengketa harta warisan peninggalan Mbah Karso Dimejo(alm) dan Mbah Marsinah(alm) yang selama perkawinan tidak dikaruniai keturunan ini sudah terjadi sejak tahun 1997. dan Sekdes mengatakan, tanah yang sudah dijual dan rumah yang dibongkar Tamtanus menurut data Later C yang ada dikantor desa atas nama Tamtanus. namun Slamet Hariadi mengaku tidak tau persis bagaimana tanah dan rumah itu bisa atas nama Tamtanus. karena dukumen yang ada dikantor desa sudah seperti itu sejak Dia belum menjadi Sekdes.
Namun yang jelas singatnya selama masih hidupMbah Karso Dimejo dan Istrinya dirawat dan tinggal bersama Kauji, cucu keponakan dari keturunan Saudara Mbah Marsinah.(Swara Ponorogo).

Sabtu, 04 Juni 2011

ANJANGSANA DAN ARISAN PKPD KOORCAM JETIS

ANJANGSANA DAN ARISAN PKPD KOORCAM JETIS SEBAGAI BENTUK KEBERSAMAAN
Muspika Mengingatkan Untuk Tanggap 5 Issu Lingkungan
Ponorogo,-
                Anjangsana segenap Pengurus dan Anggota PKPD Koordinator Kecamatan Jetis yang dilaksanakan dikediaman Bp.Damhuri, Kades Coper kecamatan Jetis beberapa hari lalu berjalan peuh akrab dan rasa kekeluargaan. acara yang juga dihadiri Ibu Endah selaku Camat Jetis beserta utusan dari Kapolsek juga Danramil wilayah Jetis seluruh Kepala Desa Se kecamatan Jetis beserta Ibu Penggerak PKK ini bertujuan untuk mempererat persatuan dan menjalin komunikasi, menyamakan persepsi dalam menjalankan program pemerintah diwilayahnya masing masing.
 Muspika Jetis memberikan Penyuluhan kepada Anggota PKPD diacara Anjangsana dikediaman Kades Coper
            
           Beliau menambahkan, dengan tanggap 5 isu tersebut untuk kecamatan Jetis kedepan bisa terkendali dan stabililitas lingkungan terjaga, sehingga pelaksanaan program berjalan sesuai rencana serta wilayah Jetis lebih Aktif dan Produktif. dikesempaan yang sama Ketua DPD Parade Nusantara Ponorogo, HM. Susanto yang juga pengurus harian PKPD Ponorogo mengungkapkan bahwa acara Anjangsana semacam ini akn terus dilaksanakan sebagai agenda rutin tiap bulan sebagai bentuk kebersamaan antar perangkat dan Kepala Desa se Kecamatan Jetis.
                Kades Kradenan juga meminta Do'a Restu dan mohon ijin Kepada Muspika, Kapolsek dan Danrem untuk kegiatan dan perjuangan Rakyat Desa yang dimotori Kepala Desa Dan Perangkat Desa. dan ini semata bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan." tapi hasil dari perjuangan nantinya demi kesejahteraan Rakyat Desa secara menyeluruh juga membantu program pembangunan, Pendidikan dan Sosial di kabupaten Ponorogo" Ungkap HM Susanto.
dan selaku Tuan Rumah Damhuri Kades Coper mengucapkan terima kasih kepada segenap yang hadir dan Sebagai Anggota PKPD siap melaksanakan perintah dan tugas demi kemajuan Masyarakat dan desanya.(Swara Ponorogo).



Kamis, 02 Juni 2011

Kelalaian Petugas Tenaga Teknis, Tidak Profisional

Bermasalah,101 Ijazah Akan Ditarik
Sekolah Berdalih Salah Ketik
Swara Ponorogo,-
                    Sebanyak 101 ijazah terbitan SMAN 2 Ponorogo tahun ini bermasalah akibat kekeliruan pengisian nilai sekolah dan nilai ujian nasional. perbedaan juga terjadi pada pengolahan nilai akhir. ''Kami baru tahu saat ijazah itu digunakan untuk pendaftaran mahasiswa baru.Ternyata banyak kesalahannya,''terang Wandi,salah satu orang tua siswa,kemarin(31/5).
                   Menurut dia,ada tujuh mata palajaran yang perhitungan nilai sekolah anaknya keliru.Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi,misalnya,nilai rata-rata rapor 7,95 dan nilai ujian sekolah 7,53.Pada isian akhir nilai sekolah tertulis angka 7,70.Mestinya,kata Wandi,7,74 yang didapat dari nilai rata-rata rapor ditambah nilai ujian sekolah lalu dibagi dua. Kekeliruan penghitungan juga terjadi pada enam mata pelajaran yang lain.''Pembulatan koma itu kan juga ada aturannya,masak selisihnya seperti itu,''ungkapnya.
                  Tak pelak,kesalahan hitung itu berdampak pada pengolahan nilai akhir yang didapat dengan komposisi 40 persen nilai sekolah dan 60 persen nilai unas. Wandi lantas menunjuk mata pelajaran sosiologi anaknya yang di isian nilai sekolah tertulis 7,50.Padahal, seharusnya 8,04.Di isian nilai unas juga terjadi kesalahan,tertulis angka 8,20 yang seharusnya 8,60. ''Akhirnya berpengaruh pula ke penghitungan nilai rata-rata mata pelajaran,''tegas Wandi. 
                  Dikhawatirkan kesalahan itu bakal mengurangi legalitas ijazah siswa.Padahal,ijazah termasuk dokumen penting untuk melanjutan pendidikan dan melamar pekerjaan. Wandi dan sejumlah orang tua siswa lainnya berharap pihak sekolah segera menarik ijazah yang keliru nilai itu dan menggantinya.Apalagi,kebanyakan siswa saat ini sedang berkonsentrasi mengikuti penerimaan mahasiswa baru.''Jangan sampai karena kekeliruan yang bukan disebabkan siswa menggugurkan keabsahan ijazah untuk mendaftar ke perguruan tinggi atau melamar kerja,'' tandas PNS di Pemkab Ponorogo itu. 
                  Kepala SMAN 2 Ponorogo Sugeng Subagyo membenarkan terjadinya kekeliruan pengisian nilai pada 101 ijazah yang dikeluarkan sekolahnya.Ijazah itu semuanya milik siswa jurusan ilmu pengetahuan sosial.''Semua milik siswa jurusan IPS dan kami sudah beritahukan kepada siswa soal kekeliruan itu,''terangnya.
Sugeng mengakui kekeliruan itu disebakan salah tulis tenaga teknis pengisian nilai ijazah.Nilai mata pelajaran sosiologi dimasukkan ke mapel geografi.
                 Sebaliknya,nilai mata pelajaran geografi dimasukkan pada sosiologi.''Hanya dua mata pelajaran itu saja yang keliru,kalau soal perbedaan selisih angka koma itu karena faktor pembulatan,''kilahnya.
Sugeng berjanji segera menarik 101 ijazah yang keliru itu dan menggantinya.Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten dan provinsi terkait penarikan itu.''Dinas menyetujui,makanya dalam waktu dekat segera kami tarik dan menggantinya,''tegas Sugeng.(Swara Ponorogo).